Selamat datang

Ratusan Bahasa Etnik Indonesia Timur Terancam Punah

Tuesday, 25 June 20130 komentar

(Gambar: blokbojonegoro.com)
(Gambar: blokbojonegoro.com)

Sebanyak 169 bahasa etnik di kawasan Indonesia Timur, terancam punah. Bahasa-bahasa tersebut kini hanya dituturkan sekitar 500 orang penutur, dan berada dalam kondisi yang mengkhawatirkan.“Penuturnya kurang dari 1.000 maka masuk golongan bahasa yang terancam punah karena kalau orang yang mengucapkannya sedikit akan sulit bertahan,” tutur Prof Multamia RMT Lauder, pakar linguistik dari Universitas Indonesia.Penyebab lainnya adalah adanya komunitas bahasa lain dari luar yang mengambil alih atau meminggirkan komunitas bahasa etnik daerah. Dalam kasus ini, contohnya adalah komunitas bahsa Tomini-Tolitoli yang terpinggirkan oleh orang Bugis, yang penuturnya lebih banyak dari mereka.Salah satu penyebabnya adalah aturan adat yang mengatur hanya raja yang boleh mengakses dokumen-dokumen kuno. Akses yang sangat terbatas itu menyebabkan masyarakat awam tidak memahami bahasa etnis mereka sendiri. Padahal, jika bahasa tidak bisa disebarkan, maka bahasa pun tidak akan mungkin untuk dipertahankan.
Selain itu, penggunaan bahasa Indonesia di sekolah juga menjadi salah satu penyebab bahasa etnik semakin terlupakan. Oleh karena itu, dibutuhkan revitalisasi bahasa untuk memperlambat kematian bahasa etnik.Kepala Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Kebudayaan (PMB) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Endang Turmudi, mengatakan bahwa peran pemerintah daerah sangat dibutuhkan untuk menghindari punahnya bahasa. Mereka harus melakukan pendekatan dan pengertian betapa pentingnya bahasa etnik.
“Bahasa ini bukan hanya milik raja-raja. Mereka akan hilang kalau bahasanya punah. Sejarahnya tidak ada yang tahu. Seperti kasus di Maluku, dimana bahasa Hukumina penuturnya hanya satu, Naka’ela hanya lima. Kekayaan bahasa dan budaya kita begitu besarnya, sehingga harus dijaga dan dipertahankan keberadaannya,” ujarnya.
LIPI kini sedang melakukan penelitian untuk memetakan bahasa etnik yang ada di Indonesia, khususnya yang berada di kawasan Indonesia Timur. Mereka berharap, di tahun ketiga sudah memiliki arahan mengenai aksi riset semacam apa yang akan dibutuhkan untuk menyelamatkan bahasa etnik ini. LIPI juga telah membuat dan mengumpulkan kosakata melalui penelitian pada tahun 2012 ini, sedangkan pengimplementasiannya akan dilakukan secara bertahap.


 [Tika/Mizan.com/Sumber: Antara]

Share this article :

Post a Comment

 
Support : Cara Gampang | Creating Website | Johny Template | Mas Templatea | Pusat Promosi
Copyright © 2011. SEPUTARAN GADGET - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modify by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger